Apasih yang Dimaksud dengan Kewirausahaan Islami - Artikel #1
Dalam pertemuan kedua ini kami diberikan pembahasan oleh Pak Dadang Priyono S.E. M. PA. mengenai kewirausahaan islami, bagaimana pandangan barat/western terhadap Islam dalam berwirausaha.
Ini menjadi pembahasan yang cukup menarik, karena seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, sehingga bagaimanakah konsep kewirausahaan islami ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan ada hal yang dalam pandangan dunia barat itu yang sok tau ataupun bisa dibilang mengingkari hal-hal yang pada kenyataannya tidak seperti itu.
Sebelum kita bahas lebih lanjut, akan lebih baik kita mengetahui dulu apa itu yang dimaksud Kewirausahaan Islami.
Kewirausahaan adalah suatu kegiatan atau proses membuat/memproduksi barang dan jasa sehingga mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut dan usaha tersebut dimiliki sendiri. Islami adalah sesuai dengan syari'at-syari'at dalam islam. sehingga dapat disimpulkan bahwa Kewirausahaan Islami adalah kegiatan memproduksi barang dan jasa yang dimiliki diri sendiri untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan syari'at islam.
Apa saja contoh dalam berwirausaha sesuai dengan syari'at? misalnya dengan tidak meminjam uang di bank yang mempunyai praktek riba untuk modal membuat usaha.
"Perkins (2003) menganalisis dan mengukuhkan kesimpulan Weber bahwa Islam adalah penghalang ekonomi dan penghalang bagi kemakmuran dan pemenuhan ambisi manusia, potensi dan kesejahteraan.
Namun, klaim bahwa Islam memiliki kecenderungan untuk menghalangi perkembangan dan bahwa Muslim pada umumnya rendah prestasi telah ditantang secara konsep bahkan oleh intelektual barat lainnya. Sejumlah pemikir barat, di Selain cendekiawan Muslim, telah mengakui sifat progresif Islam dan diakui positif sikap terhadap kemakmuran dan keinginan untuk terlibat aktivitas kewirausahaan yang produktif.
L.P. Dana menegaskan bahwa agama-agama itu netral dan tidak melakukan keduanya mempromosikan atau melarang kewirausahaan, tetapi banyak penulis lain sangat berpendapat bahwa Islam tidak menghalangi pengembangan melalui inisiatif swasta dan pada kenyataannya mengizinkan atau mendorong kewirausahaan.
Faktanya, kewirausahaan adalah bagian dari budaya Islam seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Islam selalu mengundang semua Muslim untuk menjadi inovatif, wirausaha dan aktif. Islam adalah agama pengetahuan dan tradisi Islam selalu menyertakan pendekatan positif untuk kegiatan ekonomi dan mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pedagang sebelum misi kenabiannya."
Jadi kesimpulannya Islam tidak hanya tentang ibadah untuk akhirat, Islam juga menganjurkan umatnya untuk berikhtiar untuk mencari rizqi yang Allah sebar di seluruh penjuru bumi ini. Setidaknya seperti yang terdapat dalam Q.S Jumu'ah ayat 10 yang artinya:"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Jadi tetaplah berusaha dan tidak lupa selalu mengingat Allah SWT, perlajari juga Prinsip-prinsip yang diajarkan Rasulullah dalam berbisnis yang akan saya buat di artikel selanjutnya di blog ini.
___
Penulis: Kris Fransyah
NIM: 180111082
Ini menjadi pembahasan yang cukup menarik, karena seperti yang kita ketahui Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, sehingga bagaimanakah konsep kewirausahaan islami ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan ada hal yang dalam pandangan dunia barat itu yang sok tau ataupun bisa dibilang mengingkari hal-hal yang pada kenyataannya tidak seperti itu.
Sebelum kita bahas lebih lanjut, akan lebih baik kita mengetahui dulu apa itu yang dimaksud Kewirausahaan Islami.
Kewirausahaan adalah suatu kegiatan atau proses membuat/memproduksi barang dan jasa sehingga mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut dan usaha tersebut dimiliki sendiri. Islami adalah sesuai dengan syari'at-syari'at dalam islam. sehingga dapat disimpulkan bahwa Kewirausahaan Islami adalah kegiatan memproduksi barang dan jasa yang dimiliki diri sendiri untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan syari'at islam.
Apa saja contoh dalam berwirausaha sesuai dengan syari'at? misalnya dengan tidak meminjam uang di bank yang mempunyai praktek riba untuk modal membuat usaha.
Lalu bagaimanakah perspektif barat terhadap Islam dalam berwirausaha?
Tertulis dalam International Journal of Trade, Economics and Finance, Vol. 4, No. 4, August 2013."Perkins (2003) menganalisis dan mengukuhkan kesimpulan Weber bahwa Islam adalah penghalang ekonomi dan penghalang bagi kemakmuran dan pemenuhan ambisi manusia, potensi dan kesejahteraan.
Namun, klaim bahwa Islam memiliki kecenderungan untuk menghalangi perkembangan dan bahwa Muslim pada umumnya rendah prestasi telah ditantang secara konsep bahkan oleh intelektual barat lainnya. Sejumlah pemikir barat, di Selain cendekiawan Muslim, telah mengakui sifat progresif Islam dan diakui positif sikap terhadap kemakmuran dan keinginan untuk terlibat aktivitas kewirausahaan yang produktif.
L.P. Dana menegaskan bahwa agama-agama itu netral dan tidak melakukan keduanya mempromosikan atau melarang kewirausahaan, tetapi banyak penulis lain sangat berpendapat bahwa Islam tidak menghalangi pengembangan melalui inisiatif swasta dan pada kenyataannya mengizinkan atau mendorong kewirausahaan.
Faktanya, kewirausahaan adalah bagian dari budaya Islam seperti yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Islam selalu mengundang semua Muslim untuk menjadi inovatif, wirausaha dan aktif. Islam adalah agama pengetahuan dan tradisi Islam selalu menyertakan pendekatan positif untuk kegiatan ekonomi dan mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pedagang sebelum misi kenabiannya."
Jadi kesimpulannya Islam tidak hanya tentang ibadah untuk akhirat, Islam juga menganjurkan umatnya untuk berikhtiar untuk mencari rizqi yang Allah sebar di seluruh penjuru bumi ini. Setidaknya seperti yang terdapat dalam Q.S Jumu'ah ayat 10 yang artinya:"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."
Jadi tetaplah berusaha dan tidak lupa selalu mengingat Allah SWT, perlajari juga Prinsip-prinsip yang diajarkan Rasulullah dalam berbisnis yang akan saya buat di artikel selanjutnya di blog ini.
___
Penulis: Kris Fransyah
NIM: 180111082
Komentar
Posting Komentar