Prinsip Berwirausaha dalam Islam - Artikel #2
Kami sudah masuk ke pertemuan ke-3 yang berarti ini merupakan artikel ke-2 dari serangkaian tugas blog mata kuliah Kewirausahaan Islami.
Disini kita akan membahas tentang Prinsip dalam Kewirausahaan Islami, kalau ngomongin prinsip apa sih yang ada dalam benak kalian? pernah kan orang mengatakan "jadi orang itu harus memiliki prinsip", lantas prinsip itu apa sih?
Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. jadi bisa dikatakan prinsip adalah pegangan bagi kita, nah disini kita membahas Prinsip dalam Berwirausaha Islami jadi bisa diartikan Pedoman dalam Berwirausaha Islami. Kemudian darimana kah prinsip-prinsip berwirausaha islami ini kita dapat? tentunya semua prinsip-prinsip itu berasal dari Al-Qur'an dan Hadits, kita berpegang kepada apa-apa yang telah diperintahkan ataupun yang dilarang oleh Allah dan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam sebagai pedoman dalam berwirausaha islami.
Maka berwirausaha dalam islam tidak lepas dari yang namanya konsep kebaikan yang saling berhubungan satu sama lain, sebagai muslimpreneur tuh mesti menerapkan konsep-konsep ini dalam kehidupan berwirausaha.
Disini kita akan membahas tentang Prinsip dalam Kewirausahaan Islami, kalau ngomongin prinsip apa sih yang ada dalam benak kalian? pernah kan orang mengatakan "jadi orang itu harus memiliki prinsip", lantas prinsip itu apa sih?
Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. jadi bisa dikatakan prinsip adalah pegangan bagi kita, nah disini kita membahas Prinsip dalam Berwirausaha Islami jadi bisa diartikan Pedoman dalam Berwirausaha Islami. Kemudian darimana kah prinsip-prinsip berwirausaha islami ini kita dapat? tentunya semua prinsip-prinsip itu berasal dari Al-Qur'an dan Hadits, kita berpegang kepada apa-apa yang telah diperintahkan ataupun yang dilarang oleh Allah dan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam sebagai pedoman dalam berwirausaha islami.
Prinsip-prinsip Beriwirausaha Islami
Taqwa sebagai kerangka kerja
Pengusaha muslim harus memiliki iman kepada Allah SWT. Allah berfirman "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?.(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui" (QS.As-Shaff (61):10-11). Melalui ayat ini, seorang pengusaha harus percaya kepada Allah SWT dan berusaha mencari kekayaan untuk meningkatkan dirinya dan melakukan perintah serta menjauhi larangan-Nya dan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah.
Halal sebagai Prioritas Utama
Sebagai seorang wirausahawan islami maka halal adalah hal yang utama dalam kegiatannya, seperti apa yang telah diperintahkan Allah SWT "Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Al-Ma’idah(5): 88)
Jangan Boros
Ya tentunya akan ada hal-hal yang membuat kita terpancing untuk menghabiskan sesuatu yang tidak kita perlukan, misal seorang muslimpreneur yang baru mendapatkan keuntungan tapi malah bertindak boros dengan membeli pakaian dan lainnya secara tidak terkontrol, hingga lupa untuk mengembangkan usahanya. Allah berfirman: "...makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf(7):31)
Ibadah lebih Diutamakan
Allah berfirman: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah(62):10)
Mempraktekan Nilai-nilai Bermoral
Ini merupakan salah satu hal yang diajarkan Rasulullah dalam berjualan, dimana Beliau menghormati pelanggannya, tidak menipu pelanggannya, tidak mengecewakan pelanggannya. Sehingga antara penjual dan pembeli sama-sama mendapatkan keuntungan.
Dapat Dipercaya
"Pedagang yang benar dan dapat dipercaya adalah yang mengikuti Nabi Muhammmad SAW" (HR. At-Tirmidzi)
Memperhatikan Kesejahteraan
Seorang wirausahawan muslim haruslah memperhatikan kesejahteraan bersama dalam lingkungannya, sesuai dengan apa yang Allah perintahkan "Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan." (QS. Al-Hajj(22):77)
Berpengetahuan Luas
Seorang wirausahawan Muslim harus memiliki pengetahuan tentang apa yang dibutuhkan oleh para pelanggannya, mengetahui hal-hal dalam jual beli agar tidak masuk dalam bisnis riba.
Peduli Terhadap Manusia dan Lingkungan
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. Al-Qashash(28):77)
Maka berwirausaha dalam islam tidak lepas dari yang namanya konsep kebaikan yang saling berhubungan satu sama lain, sebagai muslimpreneur tuh mesti menerapkan konsep-konsep ini dalam kehidupan berwirausaha.
Konsep Kebaikan
- Haqq (Baik dan Benar)
- Taqwa (Patuh)
- Qist (Kesamaan Derajat)
- Biss (Kebenaran)
- Adl (Keseimbangan dan Adil)
- Ma'ruf (Mengetahui dan Melaksanakan)
Al-Qurtubi memberikan kiat-kiat untuk sukses dalam berwirausaha maupun dalam berkehidupan dalam masyarakat
Halal: Sebuah perintah dari Allah yang menentukan keimanan seseorang, kalau itu sebuah perintah sebagai muslimpreneur adalah sami'na wa attho'na, kami mendengar dan kami laksanakan.
Qana'ah: ialah sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan.
Taufiq: Allah mengkehendaki amal baik dan usaha-usaha yang kita lakukan.
Sa'adah: Artinya Kebahagiaan, kebahagiaan tidak selalu dengan banyak harta, kebahagiaan bisa didapat dari hati yang merasa cukup.
Jannah: Tidak hanya karena surga tapi lebih kepada ikhlas, masalah surga anggap saja itu bonus dari Allah SWT.
___
Penulis: Kris Fransyah
Kelas: Manajemen 2A
NIM: 180111082
- Haqq (Baik dan Benar)
- Taqwa (Patuh)
- Qist (Kesamaan Derajat)
- Biss (Kebenaran)
- Adl (Keseimbangan dan Adil)
- Ma'ruf (Mengetahui dan Melaksanakan)
Al-Qurtubi memberikan kiat-kiat untuk sukses dalam berwirausaha maupun dalam berkehidupan dalam masyarakat
Halal: Sebuah perintah dari Allah yang menentukan keimanan seseorang, kalau itu sebuah perintah sebagai muslimpreneur adalah sami'na wa attho'na, kami mendengar dan kami laksanakan.
Qana'ah: ialah sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan.
Taufiq: Allah mengkehendaki amal baik dan usaha-usaha yang kita lakukan.
Sa'adah: Artinya Kebahagiaan, kebahagiaan tidak selalu dengan banyak harta, kebahagiaan bisa didapat dari hati yang merasa cukup.
Jannah: Tidak hanya karena surga tapi lebih kepada ikhlas, masalah surga anggap saja itu bonus dari Allah SWT.
___
Penulis: Kris Fransyah
Kelas: Manajemen 2A
NIM: 180111082
Komentar
Posting Komentar