Pemetaan Resiko
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagaimana kabar kalian semuanya, mudah-mudahan masih dalam keadaan baik sehat selalu ya, karena kali ini saya akan membahas tentang pemetaan resiko dalam menjalankan suatu bisnis.
Sebelum masuk ke dalam pembahasan tentang bagaimana pemetaan resiko kita akan membahas terlebih dahulu konsep resiko yang dimana bisa didefinisikan secara umum : konsepnya adanya ketidakpastian pada masa yg akan datang, namun secara spesifik : yaitu adanya konsekuensi sebagai dampak dari adanya ketidakpastian yg memunculkan dampak yg merugikan pelaku usaha, dampak yang positif tidak dianggap sebagai resiko atau keuntungan yg diharapkan.
resiko akan selalu ada dalam kehidupan sehari2, intensitas akan semakin bertambah ketika melakukan usaha.
misal : punya uang 10jt, target, misal saving dia hanya akan dpt bunga 5% setahun, kalau usaha bisa keuntungan 50% - 300% namun memiliki resiko hasil keuntungan karena belum tentu untung juga.
alasan mengambil resiko karena faktor kepepet, biasanya tidak terlalu menghiraukan resiko
Jenis-Jenis Resiko
resiko murni, adalah res yg muncul sebagai akibat dari situasi atau keputusan yg kosekuensinya kerugian, contoh hilangnya aset sprti kebakaran, kemalingan dsb.
Resiko spekulatif, bisa berupa keuntungan atau kerugian
resiko akibat tuntutan hukum, misal kuliner kemudian menyebabkan keracunan
Resiko Bencana Alam, resiko yang terjadi karena keadaan alami kerusakan alam seperti bencana banjir, tsunami, kebakaran
Resiko kredit, resiko dimana ada masalah pembayaran yang tidak lancar atau mandel tidak bisa dilunasi.
Bentuk-bentuk Kerugian
1. kerugian langsung, jumlah nominal yg harus ditanggung akibat dampak langsung dari resiko yg terjadi, contoh : kebakaran
2. kerugian tidak langsung, jumlah nominal yg harus ditanggung akibat dampak tidak langsung dari resiko yg terjadi
contoh: munculnya biaya operasional tambahan.
Komentar
Posting Komentar